Menggosok gigi yang sehat adalah sesudah makan. Namun tidak semua pasta gigi aman untuk dipakai, walaupun dikatakan dapat membuat gigi utih cemerlang. Ada baiknya jika kita memilih odol yang ukurannya partikelnya tidak terlalu kasar, karena bisa menimbulkan iritasi pada gigi.
Taukah Anda jika di dalam pasta gigi yang sehari - hari kita pakai terdapat beberapa zat kimia..?
Nah, disini saya akan memberikan beberapa bahan kimia yang terdapat pada odol atau pasta gigi beserta kegunaannya.
1. Fluoride
Kandungan dominan dalam odol atau pasta gigi adalah fluoride, yang berfungsi untuk melindungi gigi agar tidak membusuk. Fluoride berfungsi untuk menjaga gigi agar tidak berlubang. Namun, anak-anak dibawah 3 tahun sebaiknya tidak memakai odol. Pasalnya, terlalu banyak fluoride justru tidak bagus dan membuat gigi lebih rapuh. Dari hasil penelitian di banyak negara, fluoride merupakan bahan yang terbukti dapat menurunkan prevalensi karies. Penambahan zat adiktif sebagai desinfektan juga dapat membunuh kuman-kuman yang ada di plak gigi hhttps://www.blogger.com/blogger.g?blogID=3311569606780631948#editor/target=post;postID=681118270555583427ingga beberapa jam setelah melakukan sikat gigi. Namun bukan berarti fluoride sama sekali tidak berbahaya bagi tubuh manusia, hingga kini fluoride masih dipakai para ahli senjata sebagai bahan campuran pembuatan bom atom, jika tertelan dalam dosis tertentu fluoride dapat menimbulkan gangguan kesehatan pada beberapa organ vital tubuh.
2. Formalin
Kandungan lain dalam odol adalah formalin. Menurut Wakil Dekan IV Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Trisakti Dr. Tri Erhttps://www.blogger.com/blogger.g?blogID=3311569606780631948#editor/target=post;postID=681118270555583427ri Astoeti, drg, M.Kes, formalin dalam odol dipakai untuk merawat fungsi semua kandungan dalam odol, sehingga kondisi produk tetap aman, biarpun odol telah dibuka.
3. Mikrokalsium
Dalam odol atau pasta gigi juga mengandung mikrokalsium. Menurut si pembuat odol, mikrokalsium yang menempel pada lapisan plak gigi secara berkala melepaskan kalsium, sehingga dapat meningkatkan kadar kalsium di dalam mulut sebesar 50-100%. Jumlah ini diasumsikan akan membantu penyerapan kalsium lebih baik. Setiap mengonsumsi makanan yang mengandung asam ataukah manis, maka terjadi pengikisan kalsium yang terdapat pada gigi.
Untuk mencegah terjadinya lubang-lubang pada gigi, maka kita harus rajin menggosok gigi dengan odol. Dengan tindakan ini, maka peluang untuk gigi berlubang menjadi tertutup, dan terhindar dari sakit gigi. Tingkat keasaman normal pada mulut adalah 7. Makin turun Ph, maka semakin asam mulut seseorang. Sebaiknya, hindari sisa makanan menempel pada gigi. Sebelum tidur, jangan lupa menggosok gigi.
Untuk itu, alangkah baiknya kita memikirkan kesehatan untuk mulut dan gigi kita dengan memilih pasta gigi yang sehat dan baik untuk dikonsumsi.
Sumber
http://id.wikipedia.org/wiki/Pasta_gigi
http://www.systemasolution.com/news/fakta-menarik-pasta-gigi